----------------------------------------------- */

Senin, 10 Juni 2013

Gunung Papandayan

Gunung Papandayan adalah gunung api yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat tepatnya di Kecamatan Cisurupan. Gunung dengan ketinggian 2665 Mdpl itu terletak sekitar 70 km sebelah tenggara Kota Bandung.
Pada Gunung Papandayan, terdapat beberapa kawah yang terkenal. Di antaranya Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Kawah-kawah tersebut mengeluarkan uap dari sisi dalamnya.

Gunung Papandayan ini merupakan salah satu gunung favorit untuk pendakian di Garut, Pendakian Gunung ini biasa disebut PAGUCI yaitu Papandayan, Guntur, dan Cikuray. 3 gunung yang terkenal di Garut untuk Pendakian.

Untuk mendaki ke gunung ini cukup mudah, bagi pendaki yang sudah profesional pendakian ke gunung Papandayan ini biasa disebut Camping Ceria. dikarenakan jalur yang tidak begitu menanjak dan mudah bagi yang baru pertamakali sekalipun.

Di Papandayan sendiri banyak sekali di tumbuhi pohon Edelweis

Untuk menuju Gunung Papandayan sendiri sangat lah mudah, bagi yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya cukup naik bis jurusan Jakarta - Garut. dan turun di terminal Guntur dengan estimasi waktu antara 4 - 5 jam perjalanan dan biaya nya sekitar Rp 35.000. (bis AC)

Setelah turun di terminal guntur kita bisa naik angkot atau elf dengan jurusan Terminal - Cisurupan dengan estimasi lama perjalanan sekitar 1 jam dan biaya nya antara Rp 5000 - Rp 7000 (tergantung nego ya, biasanya sih Rp 5000), anggkot putih biru atau elf
(angkutan putih biru sebelum sore hari).

Sumber: http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html
Muhammad Chamdun
(angkutan putih biru sebelum sore hari).

Sumber: http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html
Muhammad Chamdunang

Dari gerbang Cisurupan menuju Camp Davis (pos pertama) kita sebenarnya masih harus berjalan menuju kaki gunung Papandayan sekaligus menuju pos pendaftaran (Camp Davis) yang jaraknya lumayan jauh, yaitu sekira 8 - 10 km dengan kondisi jalan menanjak tetapi sudah beraspal dengan waktu tempuh sekitar 3 - 4 jam perjalanan.

Tetapi jika tak ingin lelah dan membawa perbekalan cukup banyak, kita dapat menyewa mobil angkutan terbuka untuk mencapai kaki gunung, dengan biaya Rp 10.000 - Rp 15.000. dengan  estimasi waktumya sekitar setngah jam saja..

Setelah di Camp Davis ini kita diharuskan untuk mengisi pendaftaran untuk mendaki dan membayar administrasi Rp 1500/orang dan biaya sukarela.
di Pos ini terdapat banyak warung - warung dan parkirannya pun luas bagi yang membawa kendaraan pribadi. dan bagi yang sampai malam hari bisa juga buka tenda disini.

Jalur Tracking ke Puncak

Parkiran (camp davis) - Alun - Alun Pondok Salada
Dari parkiran ini jalur setapak dimulai, dan setelah 5 menit berjalan kita akan melihat kawah Mas. Disini kita harus berhati - hati, dikarenakan jalan yang sudah rusak dan gempur karena bekas ledakan gunung Papandayan beberapa waktu lalu, dan disarankan untuk membawa masker karena bau belerangnya sangat menyengat. dari komplek kawah ini kita belok kanan sampai menemukan sungai kecil. setelah melewati sungai kecil ini kita akan berjalan menanjak. lalu kita akan menemukan pertigaan yang menuju perkemahan Pondok Salada dan Pangalengan. disini kita ambil jalur kiri. estimasi perjalanan dari parkiran menuju Pondok Salada sekitar 2 jam.
Di pondok Salada ini terdapat sungai kecil juga bisa untuk mandi atau pun untuk minum.
namun ada pipa juga yang menjulur kita bisa memanfaatkan airnya dari pipa yang bocor.
di alun - alun pondok salada sendiri tidak banyak yang bisa dinikmati selain hamparan pohon adelweis dan gunung cikurai dari kejauhan. untuk menikmati sunset atau pun sunrise pun kita tidak bisa melihat dri gunung ini.

Pondok Salada

pemandangan menuju pondok salada di pagi hari

Alun - alun Pondok Salada - Tegal Alur
Dari alun - alun pondok salada ke  Tegal Alur terdapat 2 jalur untuk melewatinya.
dari Hutan Mati dahulu lalu menuju Tegal alur dan pulangnya bisa melewati puncak
atau kita lewat puncak melewati danau dan sampai di Tegal Alur dan pulanya melewati Hutan Mati.
semuanya sesuai selera para pendaki.
jika melewati puncak hati2 jalannya cukup licin dan sangat curam.
di puncak ini kita bisa melihat Pondok Salada dari atas dan pemadangan dari sini terlihat menakjubkan.
jika kita sampai di Puncak hamparan pohon edelweis menyapa kita seolah - olah seperti pintu gerbang yang menyambut.
di Tegal Alur sendiri banyak terdapat pohon edelweis seperti permadani edelweis saking bnyaknya ini pohon.

Di Hutan Mati kita bisa menikmati pohon - pohon yang abis kena letusan gunung, dan disini kita bisa melihat kawah Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk.

Pemandangan dari Puncak
Danau Mati
Kawah

Hutan Mati


 Pesan Mbah
  1. Jangan memulai pendakian pada sore hari, selain berkabut, asap dari kawah volumenya banyak, dan sangat membahayakan pernapasan
  2. Kalau pendakian dilakukan tanpa membangun tenda, bawa saja minuman dan makanan secukupnya, selebihnya tinggalkan di Pos Informasi, sampai puncak langsung turun atau biasa disebut Tektok.
  3. Kalau mau bermalam, ada baiknya di Pondok Salada, jadi menuju puncak tidak perlu membawa banyak barang. Barang ditinggal aja di tenda.
  4. Kendaraan dari Terminal Guntur menuju Desa Cisurupan ada setiap waktu, namun sangat direkomendasikan sampai Garut sebelum sore hari, kendaraan mudah harga murah.
Dari parkiran jalur setapak dimulai mendekati kawah dan kemudian membelah kawah

Sumber: http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html
Muhammad Chamdun
Parkiran – Alun-alun Pondok Salada

Sumber: http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html
Muhammad Chamdun

Kamis, 04 April 2013

Pantai Sawarna dan Goa Lalay

Jembatan menuju Pantai



Pantai Sawarna merupakan salah satu pantai yang indah di daerah Banten, pantai yang terletak di Desa Gendol, Kelurahan Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten ini memiliki pesona dan daya tarik tersendiri. Dengan pasir putih, dibalut dengan Ombak lumayan besar dengan pemandangan yang luar biasa.

Rute menuju Sawarna Lewat Pelabuhan Ratu menggunakan Kendaraan pribadi

Untuk menuju lokasi ini kita bisa melawati Bogor/Sukabumi atau Rangkasbitung, tergantung letak atau lokasi kita berada dimana. Jika lokasi kita di Bandung dan sekitarnya bisa melewati Bogor - Ciawi - Cicurug - Parung Kuda - Cikidang - Sukabumi - Pelabuhan Ratu - Cisolok - Bayah, jika menggunakan motor bisa memakan waktu 7 - 9 jam perjalanan tergantung laju kendaraan. Jika kita melewati jalur Sukabumi ini maka kita akan di suguhkan dengan gunung yang jalannya itu naik turun, kadang juga sangat curam.

Rute menuju Sawarna Lewat Pelabuhan Ratu menggunakan angkutan umum

Oke untuk yang pertama kita share angkutan umum menuju sawarna dari Jakarta via Bogor kemudian ke pelabuhan ratu. Dari jakarta kita bisa ke Bogor, banyak pilihan dari Jakarta menuju bogor.
Bisa menggunakan Bis dari dari Lebak bulus, Kampung rambutan dan berbagai daerah lainnya di Jakarta, banyak angkutan dari Jakarta menuju terminal Baranangsiang Bogor.
Dari Jakarta menuju bogor bisa juga menggunakan kereta api, Kita bisa naik KRL Commuter Jakarta-Bogor, berhenti di  stasiun Bogor. Dari  stasiun kereta Api Bogor, kita menuju stasiun Baranangsiang dengan menggunakan angkot.
Setelah di Terminal Baranangsiang, kita cari angkutan menuju Pelabuhan Ratu. Bisa naik Bus MGI AC ke Pelabuhan Ratu dengan tarik kurang lebih (tariff 25.000 – 30 RIbu). Perjalanan sekitar 3,5 jam hingga 4 jam tiba di Pelabuhan Ratu.
Dari Pelabuhanratu kita bisa bisa naik ELP. Perjalanan dari terminal Pelabuhan Ratu ke Bayah memakan waktu dua jam. Disarankan di di depan atau samping jendela karena anda akan melewati pendangan yang indah khas pinggir pantai yang menyergap, Angin sepoi dan aroma laut.
Akan tetapi jangan terlena terlalu dengan pemandangan karena kita harus berhenti persimpangan (pintu Gerbang) jalan menuju Sawarna, kalau tidak nanti baru berhenti di terminal bayah.
Dari persimpangan itu, kita bisa naik ojek menuju Lokasi pantai sawarna. Bisanya tarifnya RP 15 ribu. Rutenya berliku, naik turun, dan jalanannya masih belum begitu mulus.
sumber


Peta Sawarna
Jika lokasi kita deket Tangerang/Jakarta/Serang bisa melewati Rangkasbitung kita akan di suguhkan dengan pemandangan hutan - hutan, jalannya pun masih sepi. Selain itu saat mendekati pantai kita akan disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa, seperti batu - batu karang yang menjulang di pinggir pantai dengan panorama bukit - bukit, pemandangan ini menurut saya seperti di Lombok. Bagi yang ingin melewati jalur ini bisa memakan waktu sekitar 4 - 5 jam saja. Tapi biasanya yang menggunakan jalur ini sihh bagi yang rumahnya di Tangerang/Serang. Untuk yang di Jakarta kebanyakan ngambil jalur Sukabumi.
Namun jika ingin keduanya bisa saja, karena ingin mencicipi jalanan saya waktu berangkatnya melewati jalur Sukabumi dan pulangnya Jalur Rangkas jadi mempunyai sensasi tersendiri.

Rute Mobil pribadi menuju sawarna lewat serang

Menggunakan Mobil pribadi menuju sawarna seperti terlihat di peta diatas harus ke Serang Banten terlebih dahulu. Menuju Serang dapat melalui Tol Jakarta- Merak kemudian keluar di pintu Tol Serang Timur.
Dari Pintu Tol Serang Timur menuju ke arah terminal Pakupatan. Dari terminal lurus dan di lampu merah pertama dekat dengan Pom Bensin Pertamina belok Kiri menuju Palima (perlimaan) Serang banten dari palima ambil yang ke arah Baros dan pandeglang.
Dari baros mendekati masuk kota pandeglang anda akan memiliki dua pilihan, melalui alun-alun pandeglang atau ke pinggir. Dari Pandeglang kota atau pinggir pandeglang kita bisa menuju saketi. Jalan dari Pandeglang menuju saketi ini dibeberapa titik ada betonisasi jalan.
Jika sudah sampai di saketi ambil yang ke arah Malingping. Jalan saketi malingping inilah jalanya yang rusak dan jika perjalanan malam hari harus hati-hati karena minim penerangan jalan, jadi bersiaplah untuk menikmati perjalanannya.
Setelah sampai ke Malingping, kita bisa menuju ke Bayah. Jalan sepanjang jalan malingping bayah inilah terdapat banyak pantai-pantai yang menarik diataranya pantai bagedur, pantai cihara, pantai cibobos dan lainnya.

Rute Motor menuju sawarna lewat serang

Menggunakan Motor menuju sawarna dari Jakarta seperti terlihat dari peta diatas bisa menuju Serang melalui Tangerang terlebih dahulu. Perjalan ke Serang menempuh waktu kurang lebih 2 -3 jam dengan kecepatan rata – rata 60 KM/Jam dan tidak terlalu banyak berhenti.
Dari Jakarta bisa ke jalan Daan mogot Jakarta Barat. Setelah di Jalan Daan Mogot Kita bisa menuju tangerang kota ( pemeritahan Kota tangerang). Setelah sampai di Tangerang kota kemudian mencari arah yang Cimone, di jalan ini agak ribet karena kita harus muter terlebih dahulu ke dalam kotanya.
Setelah sampai cimone, bisa menuju ke Cikupa Kabupaten Tangerang. Dari Cikupa perjalanan berlanjut menuju balaraja kemudian ke Cikande. Sepanjang jalan Cimone menuju cikande ini harus berhati-hati karena kita akan menemui banyak kendaraan besar pengangkut barang dari pabrik – pabrik dengan kapasisitas besar.
Setelah sampai cikande, perjalanan berlanjut ke Serang Banten. Sebelum sampai terminal pakupatan serang tepatnya dekat pom bensi dekat terminal pakupatan serang kemudian ambil kiri menuju palima. Setelah sampe palima perjalanan seperti rute mobil pribadi diatas.
Dari palima ambil yang ke arah Baros kemudian setelah medekati kota pandeglang, anda akan memiliki dua pilihan, melalui alun-alun pandeglang atau ke pinggir. Dari Pandeglang kota atau pinggir pandeglang kita bisa menuju saketi. Jalan dari Pandeglang menuju saketi ini dibeberapa titik ada betonisasi jalan.
Jika sudah sampai di saketi ambil yang ke arah Malingping. Jalan saketi malingping inilah jalanya yang rusak dan jika perjalanan malam hari harus hati-hati karena minim penerangan jalan, jadi bersiaplah untuk menikmati perjalanannya.
Setelah sampai ke Malingping, kita bisa menuju ke Bayah. Jalan sepanjang jalan malingping bayah inilah terdapat banyak pantai-pantai yang menarik diataranya pantai bagedur, pantai cihara, pantai cibobos dan lainnya.

Angkutan umum menuju sawarna lewat Serang

Untuk yang menggunakan Angkutan umum bisa dari terminal Kampung Rambutan, Kalideres dan Tanjung Priuk, atau bisa juga menunggu di Slipi Jaya di Sebrang Rumah sakit Harapan kita. Dari sana kita naik Bus menuju Merak tapi turun di terminal Pakupatan Serang.
Ongkos Bisnya berbeda-beda, jika ingin lebih murah bisa naik Murni atau Asli, tapi biasanya hanya dari Kali Deres. Jika naik Arimbi atau primajasa sekitar 17 ribu dihari biasa untuk AC, itu dari Kampung rambutan dan Pulo Gadung.
Dari Pakupatan- Serang, kita bisa naik ELP atau Dambri menuju Bayah. ELP (angkutan ukuran 3/4 lebih kecil dari BIs Kopaja atau metro mini di Jakarta) ini kebanyak hanya sampai Malingping saja, ada juga yang ke Bayah tapi tak terlalu banyak ketimbang ke Malingping.
Elp dari Serang ke Malingping, bayah dan Binuangeun biasanya terakhir itu Jam 7 malam dan baru ada lagi sekitar jam 2 pagi. Sedangkan Dambri itu terkahir maksimal jam 4 sore.
Untuk Dambri, tak setiap jam ada. hanya ada di Jam-jam tertentu yaitu jam 7 pagi, 1- 2 siang dan 3- 4 sore. Dambri ada yang ke Binuangeun dan Ke cikotok, jika naik yang ke cikotok kita bisa turun di bayah tapi jika naik yang ke binuangen kita akan di turunkan di Malingping.
Lantas berapa ongkos dari Serang ke Malingping?. Untuk ELP di hari biasa hanya 25 hingga 30 ribu rupiah, sedangkan hari libur lebih mahal.
Seandainya saja hanya mendapatkan Elp atau Dambri yang sampai Malingping saja, bagaimana? Jangan takut dari Malingping ada angkot menuju bayah. Jarak tempuh kurang lebih satu jam dengan ongkos kurang lebih 5000 Rupiah. Sepanjang jalan Malingping menuju Bayah ini kita akan menemukan pantai-pantai indah tepi jalan.
Dari Bayah kita bisa naik angkota menuju pintu gerbang sawarna. Atau jika banyak orang bisa sewa angkot sekalian. Dari pintu gerbang sawarna bisa naik ojek, dulu sekitar 15 ribu rupih perjalanan sekitar 30 menit.
sumber


Peta Menuju Sawarna


sebenernya untuk menuju Pantai Sawarna hampir sama menuju Pantai Ujung Genteng hanya beda jalur saja sihh. 

Setelah sampai di Sawarna jika ingin ke pantainya kita harus melewati jembatan gantung yang terbuat dari kayu yang di ikatkan dengan tali baja terlebih dahulu, dengan retribusi sebesar Rp 3.000/mtr. Bagi yang berkendara mobil bisa di parkir di luar karena jembatan hanya bisa bisa di lalui oleh motor saja. 

Jembatan Gantung

petunjuk Jalan



Jembatan gantung Cikaung


Bagi yang ingin menginap disini ada 2 pilihan yaitu versi Backpacker atau versi Berdui (maksudanya bagi yang punya duit lebih, kalo bacpacker kan versi gembel hehe, , , )
untuk yang versi satu yaitu ala backpacker kita bisa menginap di pinggir pantai, di pinggir pantai ini terdapat warung - warung yang menyediakan juga semacam bale untuk istirahat, bagi yang ingin tidur disini hanya dikenakan biaya seikhlasnya, tidak dikenakan tarif resmi. Biar ga malu - maluin udah numpang tidur ya sekalian pesen makan juga hehe, , ,
di bale itu juga di sediakan colokan/tempat untuk ngecas hape dikenakan tarif Rp 3.000 jadi ga usah puyeng kalo hape kita lowbat.
atau kalo kita mau mandi atau kebelet buang air besar/kecil dsna juga terdapat WC/Toliet umum dikenakan tarif Rp 3.000.
untuk makanan sendiri disana ga terlalu mahal ko, ya paling bedanya seribu atau dua ribu lah.
untuk perbandingan kopi aja di hargai Rp 3.000.
atau bagi yang punya tenda bisa bikin tenda di sana. lebih murah lagi itu.

Bale

Untuk yang versi dua ala yang punya duit lebih kita bisa menginap di penginapan - penginapan yang ada disana. Penginapannya cukup bagus dan lumayan murah ko. untuk semalam dikenakan tarif  Rp 50.000/org tanpa makan dan Rp 120.000/org dengan 3 kali makan. Namun tarif ini bisa saja berbeda dari penginpan satu dengan penginapan lainnya. Untuk tarif ini bisa di lihat dalam foto penginapan di bawah ini. Jika hari libur panjang biasanya penginapan disini pada penuh alangkah bijaknya jika sudah terjadwal dan ingin menggunakan jasa penginapan ini maka sebaiknya di booking dulu via telpon.

penginapan di sawarna


Oke setelah panjang lebar tentang perjalanan dan penginapan kita kembali pesona apa saja yang ada disana, yang kata orang sihh The Hidden Pardise atau surga tersembunyi itu.
selain pantai putih disana ada yang namanya Tanjung Layar, kenapa dikatakan Tanjung Layar dikarenakan ada sebuah karang yang bentuknya seperti Layar Perahu. Jika sedang beruntung atau laut tidak pasang kita bisa menuju karangnya bahkan naik kesana. Bahkan ada pula yang sengaja untuk foto prewedding di tanjung layar ini. Namun jika laut sedang pasang kita hanya bisa melihat dari kejauhan.
Untuk pantai sendiri lumayan bagus, bersih dan indah. sepertinya pantainya itu terjaga dengan baik.
Selain itu disana ada Pantai Legon Pari, Pantai Legon Pari berada di belakang bukit-bukit desa tersebut.
sayangnya disana kita tidak bisa Snorkling tapi bagi yang suka surfing disana cocok ko ombaknya.

Tanjung Layar

Tanjung Layar

Tanjung Layar

Tanjung Layar

Tanjung Layar

Tanjung Layar

Tanjung Layar




Pasir Putih

Oke stelah puas dengan berenang di pantai Pasir Putih, berfoto - foto dan panjat di Tanjung Layar, atau bersusah payah ke Pantai legon Pari, maka saatnya kita singgah ke tempat lain yang ga kalah seru dan penuh petualangan.
Selanjutnya kita pergi ke Goa Lalay dan Goa Langir, untuk menuju lokasi ini kita harus keluar dulu dari pantai. jaraknya lumayan jauh dan untuk mencapai kesana lebih baik menggunakan motor dikarenakan untuk mobil ga bisa masuk ke dalam gang yang menuju GOA nya.
Goa Lalay yang terletak di kaki Bukit Pasir Tangkil ini masuk kedaerah Kampung Cipanas di Desa wisata Sawarna. Lokasi Goa Lalay ini kurang lebih 2 KM dari desa Cikaung yang merupakan penginapan di Sawarna berada. 
Lalay merupakai bahasa sunda yang berarti kelelawar karena disana dulunya banyak kelelawar.
Ketika akan memasuki goa ini haru berhati-hati karena goa di aliri sungai kecil tapi kalau salah melangkah bisa terperosok hingga basah sepinggang  dan lumpurnya sangat licin.
Panjang Goa yang bisa dikunjungi hanya sepanjang 250 meter saja dari pintu goa karena semakin dalam semakin mengecil. Panjang goa ini diperkirakan mencapai 10 hingga 15 kilometer.
Goa Lalay lebih mudah diakses dengan menggunakan motor atau sewa ojek ketimbang berjalan kaki, karena lokasinya memang cukup jauh. Dengan membayar Rp 20.000 –  Rp. 30.000, kita bisa diantar jemput ke goa lalay ini.
Untuk masuk ke goa, kita dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 3.000/orang. Dipos masuk, kita juga bisa menyewa head lamp atau senter untuk menjelajahi goa. Untuk sewa tersebut kita dikenakan biaya Rp. 5.000. Oleh karena itu disarankan untuk membawa senter sendiri untuk meminimalisir pengeluaran ala backpacker hehehe,,,,
Bagi yang belum pernah masuk Goa nya disana juga tersedia Guide untuk mengajak menyusuri Goa.
Untuk Goa langir saya ga bisa berkata banyak dikarenakan sewaktu kesana tidak sempet masuk jadi bisa search lagi di google :D

Loket

Goa Lalay

Goa Lalay


Sekian informasi yang saya berikan untuk jalan - jalan dan trip ke Pantai Sawarna yang penuh dengan pesona dan tantangan.
dan tidak bosan - bosannya Mbah berpesan agar lebih bijak dalam melakukan perjalanan agar senantiasa mengatur jadwal, mengatur keuangan, mengatur diri sendiri tapi ga usah mengatur lalu lintas kerana itu tugasnya polisi dan selalu santun dalam perjalanan.

SALAM



Jumat, 22 Maret 2013

Jadwal Perjalanan Kereta Api 2013



Selaras dengan upaya PT. Kereta Api Indonesia Persero) untuk peningkatan pelayanan, khususnya kebutuhan akan informasi jadwal perjalanan Kereta Api.
Sehubungan dengan pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) tahun 2013 yang berlaku mulai 1 April 2013, maka dengan ini kami terbitkan Buku “Jadwal Perjalanan Kereta Api 2013”.
Selain dalam format hardcopy, kami juga menyajikannya dalam bentuk e-book yang dapat didownload di website www.kereta-api.co.id. Dengan format e-book, Buku "Jadwal Perjalanan Kereta Api 2013" akan lebih praktis dan lebih informatif.
Demikian disampaikan, apabila ada kekurangan kami akan selalu menerima kritik dan saran yang membangun. Semoga bermanfaat.
Terima kasih telah menggunakan jasa Kereta Api.

Bandung, Maret 2013
VP Pemasaran Angkutan Penumpang


berikut link download PDF Jadwal Perjalanan Kereta Api

Rabu, 12 Desember 2012

Pulau Cangkir

Tugu Pulau Cangkir

Pulau Cangkir merupakan Obyek wisata religius atau wisata Ziarah yang terdapat Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang yang berjarak sekitar 25 Km dari kota tangerang atau sekitar 1,5 jam perjalanan. Kawasan pulau Cangkir semula seluas 4,5 Ha.
disebut pulau cangkir bisa dikatakan pulaunya seperti cangkir, itu sihh kata orang orang hehe
disebut wisata Ziarah karena terdapat makam  keramat Pangeran jaga Lautan yang bernama asli Syeh Waliyuddin seorang ulama besar yang berasal dari Banten. Makam inilah yang menjadikan pulau cangkir sebagai tempat wisata religius yang dikenal luas oleh masyarakat Banten bahkan seluruh nusantara.
dahulunya pulau cangkir merupakan sebuah pulau kecil namun saat ini sudah terhubung dengan pulau utama, hal ini dikarenakan ada upaya swadaya masyarakat sekitar dan pengelola situs untuk membuat jalan penghubung dengan menggunakan urugan tanah pada tahun 1995 lalu untuk memudahkan peziarah memasuki pulau tersebut.

Namun sangat disayangkan Objek wisata ini kurang dalam pengelolaannya,
pemerintah setempat sangat kurang memeperhatikan kondisi di lapangan
seperti masih banyaknya sampah yang dibuang sembarangan,
Abrasi pantai yang sudah sangat memprihatinkan
bau ikan asin sepanjang jalan ke arah makam
dan lagi akses perjalanan menuju makam sungguh sangat memprihatinkan
memang sebagian jalan sudah ada yang di cor namun sudah rusak parah, jika tidak hati - hati bisa celaka
dan lagi saat mendekati makam kurang lebih sekitar 3 Km jalannya ancur abis

Jalan Rusak


Jalan Rusak 2


padahal jika di kelola dengan baik banyak wisatawan yang berkunjung kesana tidak hanya berziarah
namun bisa menikmati pantai dan hutan mangrove yang tersebar di sepanjang jalan menuju makam
selain itu disana juga terdapat galengan pembuatan kapal dan perbaikan kapal, , ,


Menuju lokasi pulau cangkir, Mbah harus membayar tiket untuk masuk ke Kawasan Pantai dan TPI Kronjo, atas nama Dana Pembangunan dan Sosial Desa. Tiket untuk motor seharga Rp.3.000,-
dan  saat  memasuki kawasan pulau cangkir, Mbahkembali harus membayar karcis, kali ini untuk mendapat jaminan asuransi. jadi total menghabiskan dana Rp 6.000.

saat memasuki area makam kesan kumuh sudah terlihat,
mulai dari pantai yang dipenuhi oleh sampah, bangunan yang tidak tertata dengan rapih dan bau ikan asih yang di jemur oleh nelayan.

setelah tiba di makam banyak terdapat warung warung jualan, mulai dari makanan sampai souvenir, bahkan ada yang menyewakan ban bekas untuk yang mau berenang jadi setelah selesai ziarah bisa diteruskan berenang, saat Mbah kesana air lautnya cukup bening padahal dari cerita orang - orang disana tuh air lautnya butek abissss...tapi ya itu sampahnya yang tersebar dimana - mana hehe
disana juga terdapat mushola dan tempat parkiir
parkir disini mahal abis, Mbah make motor dikenakan tarif Rp 3.000
untuk harga makanan ya bisa dibilang masih standar lah, standar wisata, ga terlalu mahal juga
kemarin Mbah belil Kopi harganya masih Rp 2.000 ko
ohhh iya bagi yang pacaran sepertinya tidak diperbolehkan untuk mengunjungi makam ini karena terdapat larangan untuk berpelukan, berciuman, jadi lebih baik cari lokasi yang aman ya guys :D


Pembuatan Kapal



Abrasi pantai


Selamat Datang

Warung dan Souvenir


 Akses Transportasi

Peta Pulau Cangkir

 yang mengendarai mobil/motor pribadi ikutin jalan aja Dari arah Tangerang Lewat Jalan Raya Mauk (Cadas - Sepatan - Gintung - Mauk - Kronjo)
kalo nyasar bisa tanya - tanya orang di jalan, udah pada tau semua ko.
untuk transportasi umum bisa naik Angkot dari terminal pasar baru jurusan Kronjo - Pasar Baru
turun di terminal keronjo (Rp 5000), jarak tempuh sekitar 1,5 jam - 2 jam tergantung ngetem nya angkot

atau yang dari Jakarta bisa naik bis sedang dari terminal Kali deres jurusan Kali deres - Kronjo

oke sekian ulasan wisata pulau cangkir, semoga bermanfaat
dan pesan Mbah untuk tidak buang sampah sembarang karena tempat ini sudah penuh dengan sampah,
untuk hati - hati bagi pengendara motor karena jalannya yang kurang bagus jika tidak hati - hati bisa celaka


Trima Kasih

Selasa, 20 November 2012

Pendakian Gunung Gede - Pangrango

Kali ini Mbah mau menceritakan sebuah pendakian di salah satu gunung di Jawa Barat
yaitu Gunung Gede - Pangrango (2958 Mdpl)
pendakian ke Gunung Gede memang sedikit ribet dalam memperoleh izin mendaki (SIMAKSI), tapi menurut catatan pendakian kesini bisa 50.000 orang pertahun lho, ya mungkin bisa di maklumkan karena dekat dengan Jakarta dan Bandung 2 kota besar di Indonesia.

Untuk menjaga rehabilitasi dan recovery ekosistem alami hutan hujan Gunung Gede Pangrango, kegiatan pendakian ditutup antara 1 Januari s.d 31 Maret dan Bulan Agustus.
Kawasan ini memiliki dua puncak yakni Gunung Gede 2.958 mdpl dan Gunung Pangrango 3.019 mdpl. Kedua puncak ini dihubungkan sebuah pelana lembah dinamai Kandang Badak 2.393 mdpl.
Sementara untuk kegiatan rekreasi lainnya seperti rekreasi ke Air Terjun Cibeureum, dan rekreasi lain dibuka sepanjang tahun.  

terdapat 3 jalur utama untuk pendakian :
1. Jalur Cibodas
2. Jalur Gunung Putri
3. Jalur Salbintana

sebenarnya kebanyakan orang untuk awal pendakian lebih memilih di jalur Cibodas karena aksesnya yang mudah, jalan menuju gerbang wisata mudah dan mulus, pendakiannya tidak securam lewat gunung putri. Namun untuk pendakiannya sendiri lebih jauh dan lebih lama jika kita memilih Jalur Gunung Putri. Jika kita memilih lewat jalur Gunung Putri akses memang lebih singkat dari jalur Cibodas namun pendakiannya curam, jalan menuju awal pendakian aspalnya sudah parah rusaknya jika kita tidak hati - hati bisa celaka.
untuk jalur salabintana kita bisa lewat sukabumi namun jalur ini katanya sihh ga resmi,,

Awalnya sihh Mbah pengen mendaki lewat jalur Cibodas, dikarenakan lebih interaktif dengan alam, jika lewat jalur Cibodas kita akan melewati jembatan kayu yang panjangnya berkilo - kilo, kita lewat Curug Cibeureum (biar bisa mandi juga :D), lalu melewatu kandang Badak.
namun saat mendaftar ternyata jalur Cibodas masih dalam perbaikan jadi yang ingin mendaki harus lewat Gunung Putri.
walau mendakinya lewat Gunung Putri namun dalam mengurusi berbagai administrasinya / izin mendaki (SIMAKSI) tetap di kantor yang ada di Cibodas kalo di gunung putri hanya lapor saja.
menurut gw untuk pendakian ke Gunung Gede - pangrango ini sedikit ribet dikarenakan izin mendakinya harus 3-30 hari sebelum pendakian harus booking dahulu. Jumlah pendaki dibatasi hanya 600 orang per malam.
Jika ingin mengurusi izin mendaki saat tiba di lokasi kantor sudah tutup atau tidak dalam masa kerja kita bisa minta tolong ke orang disana (sebut aja Calo) untuk di dibuatkan izin mendaki, nanti biar calo tersebut yang melakukan perizinannya, jadi kita tinggal komunikasi dia aja lewat telpon atau email. yang paling ada biaya tambahan.
dia sihh nawarin untuk 1 tiket Rp 15.000/orang yang seharusnya hanya Rp 7000/orang (2 hari 1 malam) 
dan jangan lupa siapkan fotokopi KTP nya karena ini wajib hukumnya hehe....

Jam buka kantor pengurusan ijin:
Senin - Kamis jam 07.30 - 14.30
Jumat jam 07.30 - 11.00

Oke sebelum Mbah mulai cerita selanjutnya ada baiknya kita baca dahulu Syarat Pendakian dan Peraturan yang mesti di taati dalam mendaki, :

Syarat Pendakian


1. Setiap pendaki harus menunjukkan ijin, dan ijin dapat diperoleh di Kantor Balai Besar TNGGP di Cibodas. Pengajuan ijin pendakian menggunakan sistem booking dengan batas waktu minimum pengajuan adalah 3 (tiga) hari dan maksimum 1 (satu) bulan sebelum tanggal pendakian.
Catatan: Turis Mancanegara disarankan untuk melakukan booking sebelumnya, namun dalam rangka meningkatkan kunjungan turis mancanegara dan menimbang waktu kunjungan wisman yang terbatas, maka wisman dapat memperoleh ijin di Kantor Balai Besar TNGGP pada hari saat ingin mendaki.
2.  Tiket dan Asuransi
  • Wisatawan Domestik  >>Tiket masuk: Rp. 2.500/hari/orang >>Asuransi : Rp. 2.000/orang
  • Wisatawan Asing >>Tiket masuk: Rp. 20.000/hari/orang.>>Asuransi : Rp. 2.000/orang
 Orang asing yang menunjukkan KTP atau KITAS dapat memperoleh harga tiket yang sama dengan wisatawan lokal.
3. Menyerahkan fotocopy Identitas resmi (Passport/KTP/KITAS/SIM/Kartu Mahasiswa/Pelajar). Fotocopy tidak akan dikembalikan.
4. Jika anda berumur < 17 tahun, diwajibkan menyerahkan surat ijin dari orang tua yang ditanda tangani diatas materai Rp. 6.000,- dan melampirkan fotocopy Identitas resmi orang tua yang masih berlaku.
bila ingin menyewa porter dan pemandu. Tarif 1 (satu) orang pemandu untuk pendakian 2 hari 1 malam adalah Rp. 300.000,-, sedangkan untuk porter Rp. 250.000,-. 
 
 

PERATURAN PENDAKIAN

1. Semua pengunjung wajib membayar tiket masuk taman dan asuransi.
2. Bagi para pendaki gunung harus minta ijin ke kantor pusat taman di Cibodas, 3-30 hari sebelum pendakian harus booking dahulu. Jumlah pendaki dibatasi hanya 600 orang per malam.
3. Penjaga akan memeriksa barang-barang bawaan dan perijinan sebelum memasuki taman.
4. Dilarang membawa binatang ke dalam taman.
5. Dilarang membawa senjata tajam termasuk pisau dan peralatan berburu.
6. Dilarang membawa perlengkapan radio dan bunyi-bunyian ke dalam taman, ijin khusus diperlukan bagi pengguna "walkie-talkie".
7. Dilarang membuat api unggun yang beresiko tinggi penyebab kebakaran hutan.
8. Dilarang mengganggu, memindahkan, atau merusak barang-barang milik taman. Termasuk mencorat-coret batu atau pohon.
9. Dilarang memetik bunga atau mencabut tanaman.
10. Mendakilah mengikuti jalur utama. Memotong jalur dapat merusak taman dan juga sangat berbahaya.
11. Jangan tinggalkan sampah, sangat sulit dan lama untuk membersihkan sampah dan botol-botol di gunung. Bawa kembali semua sampah ke luar taman.
12. Jangan mecemari atau mengotori sungai, pada saat mandi jangan gunakan sabun atau bahan pencemar lainnya.
13. Melapor kembali ke penjaga taman ketika meninggalkan taman dan menyerahkan surat ijin masuk.
14. Dilarang membawa minumam beralkohol ke dalam taman.
 
Oke setelah kita penuhi semua syarat dan peraturannya maka kita siap untuk berangkat
karena Mbah melwati jalur Gunung Putri maka bisa memakan waktu sekitar 5 - 8 jam tergantung dari langkah kaki kita, semakin kita cepet dan jarang istirahat maka bisa 4 jam perjalanan, namun jika sedikit santai dan banyak istirahat maka perjalanan bisa sampai 8 jam perjalanan. kalo turunnya sih lebih singkat bisa 3 - 4 jam.
Sebelum mendaki, pendaki diwajibkan untuk melapor di Pos Penjagaan Gunung Putri (1.450 mdpl) untuk menunjukkan surat - surat perijinan dan akan dilakukan pemeriksaan terhadap barang-barang bawaan. Untuk barang yg dilarang seperti Golok, sabun, odol, dll. akan diminta oleh petugas. Pada saat keluar Taman Nasional juga akan dilakukan pemeriksaan kembali serta wajib memperlihatkan sampah yang dibawa turun sisa-sisa pemakaian kita sendiri. Di setiap pintu taman ada tempat untuk membuang sampah. Namun saat Mbah turun tidak sampai di lakukan pemeriksaan hanya lapor aja jika semua anggota sudah sampai dengan selamat :D.



Mbah sendiri memulai pendakian pukul 15.00 dan sampai di Alun - Alun surya kencana pukul 23.00 jadi sekitar 8 jam perjalanan, karena medan yang sangat berat dan jalan yang sedikit santai makanya perjalanan memang aga lama dan lagi perjalanan malam yang dinginnya bisa menusuk tulang.
untuk pendakian malam jangan lupa untuk membawa senter dan Jas Hujan karena saat ini sedang musim hujan.
untuk perbekalan sendiri Mbah hanya membawa Mie Instan biar praktis masaknya dan Kopi.
untuk memasak cara praktis ala Mbah bisa menggunakan Spirtus dan kaleng kecil, kaya gambar di bawah.

Kompor sederhana

Jalan Curam dan Terjal
Setelah izin dan lapor mendaki di pos Gunung Putri, di awal pendakian kita akan melewati jalan setapak di kebun warga. dan nanti kita akan menemukan sebuah sungai kecil, disini biasanya para pendaki mengambil air untuk perbekalan mendaki karena dari sini sampai alun - alun surya kencana tidak ada mata air yang mengalir jadi kita harus bawa air secukupnya dan menghemat air saat di perjalanan.

 Untuk Jalur via Gunung Putri sendiri terdapat 6 Pos atau shelter :
1. Pos Tanah Merah yang berupa bangunan bekas kantor Taman Nasional (1.850 mdpl)
2. Pos Legok Lenca (2.150 mdpl)
3. PosBuntut Lutung  (2.300 mdpl)
4.Pos Lawang Seketeng (2.500 mdpl)
5. Pos nya tidak diketahui karena tertutupi semak semak
6. Pos Simpang Maleber (2.625 mdpl).

Dari sungai kecil tadi untuk mencapai pos 1 yang bekas kantor taman nasional sekitar 1 jam, disini jalannya belum terlalu curam, hanya berupa tingkat tingkat yang terbuat dari batu kali.
dari Pos 1 ini jalan akan semakin curam dan menanjak pohon - pohon pun semakin lebat, sekitar 1,5 jam akan sampai di pos 2.
dari pos 2 ini jalan akan semakin curam dan licin jika sedang musim hujan.
apa lagi jika mendakinya pada malam hari, hawa dingin dan udara yang tipis bisa membuat langkah kaki semakin kecil.
dari pos 6 simpang maleber itu artinya sudah tidak lama lagi akan sampai ke alun - alun Surya Kencana sekitar 15 menit lah, jalannya pun sudah landai tidak menanjak lagi, jadi mendingan  kita berjuang sedikit lagi menuju alun -alun dari pada buka tenda disini.

karena Mbah sampai Alun - Alun Surya Kencana jam 23.00 maka Mbah pun langsung buka tenda karena hawa sudah semakin dingin dan ngantuk sudah tidak terelakan lagi.

Biasanya sebelum  matahari terbit atau sekitar jam 04.00 para pendaki bersiap untuk mendaki ke Puncak Gunung Gede untuk melihat Matahari terbit atau Sunrise.
dari Alun - alun surya kencana menuju puncak Gunung Gede sekitar 1 jam perjalanan tanpa istirhat.
untuk menanjak ke puncak jalannya itu sempit hanya muat 1 orang dan banyak pohon - pohon untuk kita berpegangan.

setelah sampai di puncak Gunung Gede kita akan menikmati matahari terbit yang indah, dan bisa melihat alun - alun dari kejauhan. hilang sudah rasa lelah, letih dan perjungan menanjak terbayar dengan keindahan alam yang mempesona.
dari puncak juga kita bisa melihat kawah gunung gede yang masih aktif, terkadang mengeluarkan belerang yang cukup banyak hingga menutupi jarak pandang.

jika kita kemah di Alun - alun maka setiap pagi pasti ada yang bangunin
biasanya tukang Nasi Uduk yang menjajakan dagangannya, atau tukang Kopi
untuk harga Nasi uduk sendiri sekitar Rp 5000/bungkus harga ini sama dengan segelas Kopi atau Bandrek yang harganya pun di patok Rp 5000/gelas.
sekedar informasi tukang nasi uduk untuk mendaki hanya butuh waktu 3 jam, dan turunnya cuma 1,5 jam ckckcck,,,,,

Penjual Kopi & Nasi Uduk

di alun - alun kita bisa menikmati hamparan padang edelweis yang merupakan bunga khas dari dataran tinggi, sayang sewaktu Mbah kesana bunganya belum mekar, katanya sihh paling bagus mekarnya pada musim kemarau.

Alun - alun Surya Kencana

Pemandangan Alam


Bunga Adelweis

Dilarang Mengambil Bunga Edelweis

Kawah gunung Gede
Menuju Puncak

2958 Mdpl



saat dipuncak kita akan menikmati pemadangan yang luar biasa
dari sisni kita bisa melihat luasnya alun alun surya kencana dan gunung
kita pun dapat melihat kawah gunung gede yang dikategorikan masih aktif dan melihat di seberang sana gunung Pangrango.
ya sepertinya terbayar sudah 8 jam perjalanan untuk dapat menikmati pemadangan indah ini sehingga kita dapat bersyukur akan kekuasaan sang Ilahi hehehe, , ,
setelah puas menikmati indah nya pemandangan di puncak Gede, puas berphoto photo, puas berteriak karena puas bisa sampai juga ke puncak gunung gede
akhirnya Mbah kembali ke Surya Kencana
dan turun gunung jam 12.00 sampai di pos gunung putri jam 16.00, jadi ya sekitar 4 jam perjalanan lah
untuk turun tidak begitu berat seperti menanjak pada sebelumnya
namun saat turun hujan pun datang dengan sangat deras, ya tapi untungnya udah tinggal sedikit lagi sampai
ada yang membuat kita berdetak kagum
Mbah melihat ada beberapa keluarga yang mendaki Gunung Gede, dari Ayah, ibu dan kedua anaknya yang masih pada kecil, Bahkan ada ibu yang menggendong anaknya kira - kira umur 3 tahun. sang ibu mengendong anaknya dari atas sampai bawah.
rasanya sedikit malu sama sang ibu jika kita mengeluh cape,
ni Mbah kasih fotonya :
 
 
Sang Ibu



TRANSPORTASI:

JALUR CIBODAS
Naik bus jur Jakarta-Bandung lewat puncak, turun di pertigaan Cibodas. Mobil angkot ke Kebun Raya Cibodas.
JALUR GUNUNG PUTRI
Naik bus jur Jakarta-Bandung lewat puncak, turun di pasar Cipanas. Mobil Angkot ke gunung Putri. jurusan cipanas - pasirkampung (angkot kuning hijau)
JALUR SELABINTANA
Dari Sukabumi naik mobil angkot ke Selabintana. Jalan kaki/carter angkot ke Pondok Halimun.


 Peta
Peta dan Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango

Pesan Mbah
  • Jangan buang sampah sembarngan, sebaiknya disimpan dalam plastik
  • Jika musim hujan bawa Jas Hujan (jangan bawa jas kantor)
  • Bawa Senter jika mendaki malam
  • Menjaga prilaku saat di gunung (takutnya di ganggu makhlus halus :D)
  • Mentaati semua peraturan yang ada
  • Jangan banyak begada saat mau mendaki
  • Saling menjaga dan tolong menolong sesama anggota


Mandalawangi Pangrango

Senja ini, ketika matahari turun ke dalam jurang-jurangmu.
Aku datang kembali ke ribaanmu, dalam sepimu, dan dalam dinginmu.

Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna.
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan.
Dan aku terima kau dalam keberadaanmu, seperti kau terima daku.

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi.
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada.
Hutanmu adalah misteri segala cintamu.
Dan cintaku adalah kebisuan semesta.

Malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi.
Kau datang kembali dan bicara padaku tentang kehampaan semua.

“Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya, tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar.
Terimalah dan hadapilah.”

Dan antara ransel-ransel yang kosong dan api unggun yang membara, aku terima semua itu.
Melampaui batas-batas hutanmu.
Melampaui batas-batas jurangmu.
Aku cinta padamu Pangrango.
Karena aku cinta pada keberanian hidup.

Soe Hok Gie
Jakarta, 19 Juli 1966

Label