----------------------------------------------- */
Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 April 2016

Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu

Gunung Lawu adalah gunung yang terletak di perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, tepatnya di daerah Tawangmangu dan Cemorosewu. Gunung Lawu adalah gunung api yang mati atau istirahat. Tercatat gunung ini pernah meletus pada tahun 1885. Gunung Lawu banyak diminati oleh para pendaki karena pemandangan yang eksotis dan juga banyak memiliki spot-spot bagus seperti sumber air, kawah, sabana, bukit, kabut, dan satu yang paling menarik yakni adanya rumah warga alias pemukiman warga di puncaknya. Dan pemukiman tersebut diklaim sebagai pemukiman tertinggi di Jawa.

Selain karena keindahannya, Gunung lawu banyak di singgahi oleh para peziarah yang ingin berjiarah ke petilasan Prabu Bhrawijaya, dan jangan heran jika kalian ingin mendaki kesana banyak dupa ataupun tempat untuk berdoa. 

Gunung Lawu memiliki tiga puncak yakni puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Puncak Hargo Dumilah yang tertinggi yakni pada ketinggian 3.265 mdpl. Diketiga puncak ini menyimpan misteri dan menjadi tempat yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Harga Dalem diyakini sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.
Konon gunung Lawu merupakan pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa dan berhubungan erat dengan tradisi dan budaya Praja Mangkunegaran.
Setiap orang yang hendak pergi ke puncaknya harus memahami berbagai larangan tidak tertulis untuk tidak melakukan sesuatu, baik bersifat perbuatan maupun perkataan. Bila pantangan itu dilanggar si pelaku diyakini bakal bernasib naas.
Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan/Cakrasurya, dan Pringgodani.
sehingga gunung lawu di identikan dengan gunung yang penuh misteri dan angker. jadi pesan Mbah jaga sikap dan perkataan, jika ingin mendaki kesana ya dan saling mengingatkan bagi teman seperjalanan


Transportasi

Dari Jakarta dan sekitarnya :
Via Kereta Api : 
Stasiun Pasar Senin - Stasiun SoloJebres (Matarmaja atau Brantas)
Stasiun SoloJebres - Terminal Palur (Bus ATMO)
Terminal Palur - Terminal Tawangmangu (pakai bus apa saja ke arah Tawangmangu)
Terminal Tawangmangu - Basecamp (naik omprengan, basecamp cemoro kandang dan cemoro sewu tidak berjauhan)

Via Bus:
cari bus yang ke arah solo dan turun di Terminal Tirtonadi .
dari Terminal cari bus ke arah Tawangmangu
Terminal Tawangmangu - Basecamp (naik omprengan, basecamp cemoro kandang dan cemoro sewu tidak berjauhan)

Note :
Mbah tidak mencantumkan tarif transportasi dikarenakan setiap tahun  tarif transportasi naik turun tergantung harga BBM jadi jangan sungkan -  sungakn tanya kepada masyarakat sekitar. Jika kalian turun di stasiun SOLOJEBRES dengan rombongan minimal 5 orang dan ingin sewa mobil omprengan langsung menuju basecamp Mbah kasih nomernya nih 0857-2991-3719 (Pak Suhar) pak Suhar menawar seharga Rp 40.000 tapi Mbah tawar menjadi Rp 35.000 dengan jumlah 7 orang. jadi semakin banyak rombongan semakin murah. kapasitas mobilnya bisa sampe 10 - 12 orang. untuk pulangnya pun jika tidak mau repot bisa pakai jasa pak Suhar ini bahkan bisa keliling kota Solo ya pastinya nambah lagi uang sewa nya hehe,,,,
Oiya Mbah kasih tau di daerah tersebut hanya ada sinyal IM3 dan TELKOMSEL (Mbah bukannya promosi yah hehe), selain itu dipastikan sinyalnya ga ada.
Pendakian

sebelum memulai pendakian sebaiknya kita mesti mengetahui informasi medan untuk pendakian sehingga kita bisa mengatur strategi perjalanan agar kita bisa nyaman, aman dan tetap solid dengan kelompok :

nihhh Mbah kasih peta jalur pendakian gunung lawu nya

Peta Jalur Gunung Lawu

BaseCamp via Jalur Cemoro Sewu
 Basecamp Cemoro Sewu
Basecamp di Cemoro Sewu memang agak kecil tetapi mempunyai halamannya yang luas bisa menampung banyak kendaraan, yang Mbah foto itu belum termasuk di depan nya yang bisa memuat beberapa mobil. Di sekitaran basecamp juga banyak pemukiman warga dan banyak pula fasilitas umum seperti masjid, WC, warung makan dan lainnya. Tiket mendaki Rp 10.000/orang (update 2016). Untuk parkir kendaraan motor Rp 3.000, mobil RP 10.000. Persiapan terakhir sebelum berangkat adalah cek perlengkapan mendaki dan cek juga kondisi kesehatan. Mbah ingatkan kembali sebelum memulai pendakian sebaiknnya lakuakn doa dengan kelompoknya untuk diberikan kesalamatan selama pendakian, selalu jaga kekompakan tim.
nihh Mbah kasih lagi foto - foto di sekitar basecamp, pemandangan nya cukup bagus untuk berfoto - foto.







Basecamp - Pos 1 Wes-Wesan 2163 mdpl (1 - 1,5 jam)
Perjalanan menu pos 1 tidak lah begitu menanjak, perjalanan masih enak dan masih santai dengan jalan yang sudah rapi karena sudah di tata dengan batu - batu. di perjalanan ini kita melewati pohon - pohon cemara yang rindang kadang ditemenin sama suara - suara burung yang merdu. di perjalanan menuju pos 1 ini kita akan menjumpai beberapa pos salah satunya milik perhutani dan pos Sendang Panguripan disinilah terdapat mata air. setalah melewati pos Sendang Panguripan  sekitar 30 menit lagi akan sampai Pos 1. Di Pos 1 ini terdapat warung jadi bisa istirahat sambil ngemil - ngemil makan gorengan atau teh anget, tapi terkadang warung tersebut tutup.

Sendang Panguripan via infopendaki.com

pos wes-wesan

Pos 1 - Pos 2 Watu Gedeg (2 - 2,5 jam)
Dari pos 1 ke pos 2 ini trek yang akan kita lalui akan mulai terjal dengan trek tangga berbatu yang sudah di tata rapih dan merupakan trek terpanjang dari semua trek yang ada jadi siapkan mental dan fisik dari pos 1 yahh ^_^. Namun jika ingin sedikit cepat bisa memotong jalur tapi jalan nya agak curam sekali, sudah ada jalurnya ko tinggal ngikutin aja. Pada jalur ini kita akan bertemu batu besar yang bernama “Watu Jago”...Tapi awas ya jangan suka di coret - coret batu nya, Mbah sangat prihatin liat banyak coret - coretan di batu tersebut.
di perjalanan menuju pos 2 ini kita bisa melihat hasil sisa kebakaran tahun 2015 kemarin, seprti hutan mati dengan batu - batu besar. Tapi di situlah keindahan nya, benar - benar pemandangan yang langka dari gunung - gunung lainnya.


Pos 2 - Pos 3 Watu Gede (1 jam - 1,5 jam)
Dari pos 2 ke Pos 3 perjalanan masih sama seperti trek sebelumnya, berbatuan dan masih menanjak, jika sampai sini sudah sore maka biasanya kabut mulai menyelimuti trek ini, hati - hati karena jalan sudah rada terjal dan menanjak.

Pos 3 - Pos 4 (1,5 jam - 2 jam) 
Trek pada jalur ini sudah sangat curam dan menanjak sekali, jalan nya zigzag menanjak tetapi jangan khawatir sudah ada pegangan tangan naamun sudah banyak yang rusak. di trek ini pula pohon - pohon sudah banyak dan rapat. Di pertengahan pada jalur ini Mbah saranin nih jangan lupa foto -  foto nya buat yang suka narsis, karena kalo cuaca lagi bagus pemandangan nya sangat bagus ko. Selain itu di Pos 4 juga rekomended buat bernasis ria, kita dapat langsung melihat kota dan telaga dari sudut ini. di Pos 4 ini bisa mendirikan tenda tapi hanya muat 1 - 2 tenda saja, tapi Mbah saranin sih mending di Pos 5 aja sekalian karena jaraknya yang tidak jauh sekitar 30 menit, kita juga bisa menginap di warung.


 


Pos 4 - Pos 5  Jolotundo (30 menit)
Setelah berfoto - foto narsis dan melihat pemandangan di sekitar pos 4, lala perjalanan selanjutnya lebih mudah, hanya 30 menit perjalanan ke pos 5. Di pos 5 kita  bisa mendirikan tenda atau pun numpang menginap di warung, kalo ga mau ribet buka tenda Mbah saranin sih mending numpang menginap di warung aja, kita bisa pesan makanan dan teh hangat. Pos 5 terdapat 3 warung makan yang bisa menampung kurang lebih 20 orang per warung. jika pun mau membuka tenda bisa menampung sekitaran 10 tenda atau lebih.  Di warung tersebut ada nasi pecel,  mie rebus dan gorengan harganya pun relatif murah ko, jadi ga bawa bekal pun sudah aman lah.
jika belum terlalu gelap kita bisa melanjutkan perjalanan ke warung Mbok Yem, warung legendaris di Gunung Lawu. Warung Mbok yem persis di bawah puncak lawu. dari pos 5 ke warung Mbok Yem kurang lebih sekitar 30 menit. Sebelum sampai ke warung Mbok Yem kita akan melewati sendang drajat yaitu sebuah  mata air seperti sumur.

Warung di Pos 5
Pos 5 - Sendang Drajat (15 menit)
Jika tidak terlalu malam setelah Pos 5 kita bisa melanjutkan perjalanan ke Sendang Drajat yaitu sebuah sumber mata air seperti sumur, di Sendang Drajat ini pula terdapat sebuah pemujaan yang dulu dipakai untuk ritual Raja dan sampai saat ini masih dipakai untuk sebuah ritual - ritual. Di Sendang Drajat terdapat warung juga kita pun bisa menginap di warung tersebut atau jika masih ingin melanjutkan perjalanan untuk lebih dekat ke arah puncak kita bisa menginap di Warung Mbok Yem yang jaraknya 15 menit perjalanan dari Sendang drajat.

Tempat ritual

Sumur sendang Drajat
Larangan



Sendang Drajat - Puncak Hargo Dumilah (30 - 45 menit)
Banyak pilihan untuk menginap dan membuka tenda, selain menginap di Pos 5, Sendang Drajat atau Mbok Yem. itu tergantung dari kondisi di lapangan dan cuaca, apalagi kalo hari libur panjang dipastikan banyak pendaki yang menginap di warung, kita harus pintar - pintar atur strategi, lebih dekat ke puncak lebih bagus dikarenakan akan menghemat waktu dan tenaga untuk keesokan harinya. Setalah melanjutkan perjalanan dari Sendang Drajat kita akan berjalan sekitar 15 menit menuju Warung Legendaris Mbok Yem warung tertinggi di pulau jawa, disini pemberhentian terakhir untuk menuju Puncak jika membawa barang banyak kita bisa  menaruh atau mentipkan barang - barang bawaan di warung ini, Mbok Yem nya baik ko. Dari warung  Mbok Yem  kita dilanjutkan perjalanan menuju puncak, dan langsung menanjak perjalanan nya, sekitar 30 menit waktu yang ditempuh. lalu setelah itu Taraaaaa........., harga yang didapat sebanding dengan usaha yang ditempuh dalam perjalanan. Pemandangan dari atas sini sangat bagus dan indah pokoknya terbayar semua capek dan pegel nya tapi kalo lagi kabut sihh percuma yah yang ada cuma putih semua hahahaha,,,,
Untuk menuju Hargo Dalem sangat deket ko dari warung Mbok Yem sekitar 100 meter dari warung, jadi kita bisa kesana setelah dari puncak.





Cerita masih berlanjut, nanti Mbah update lagi
jika mau tanya2 bisa koment dulu, nanti Mbah jawab yang Mbah tau

Senin, 17 Maret 2014

Pendakian Gunung Pulosari - Banten

Gunung Pulosari adalah gunung berapi di Kabupaten Pandeglang, Banten, Indonesia. Walaupun tidak ada data letusan yang pernah terjadi, tapi terdapat aktivitas fumarol yang terjadi di dinding kaldera dengan kedalaman 300 meter. (wikipedia).

Bagi masyarakat Banten, gunung Pulosari merupakan gunung penuh dengan mistis dan sangat kramat, disini banyak ditemui situs - situs kuno dalam bentuk batuan.

gunung ini memang tidak terlalu tinggi untuk pendakian tinggi gunung ini hanya 1346 Mdpl, sangat pendek memang diantara gunung - gunung lainnya  namun jangan salah trek dan jalurnya sangat menantang bagi para pendaki, menurut Mbah treknya itu seperti jalur gunung Cikuray dan gunung gede via putri. tanjakannya pun tinggi - tinggi.

untuk menuju ke gunung Pulosari ada beberapa opsi mau berkendaraan pribadi dengan motor/mobil atau naik angkutan umum jalurnya pun cukup mudah untuk dilalui, bagi yang ingin berkendara pribadi patokannya Pandeglang ke arah pertigaan Mengger, setelah sampai Mengger lurus ke arah Mandalawangi lurus terus sampai ke Pari, tidak jauh dari pasar Pari sekitar 2 - 3 km nanti ada plang tempat wisata pulosari.
Jika berkendara pribadi sekitar 3 jam - 4 jam dari arah Jakarta atau Tangerang, kalo dari serang sekitar 2 jam juga sampe ko.

Nah kalo ga mau cape kita bisa berkendara umum ko, naek mobil bis ke arah Labuan turun di pertigaan Mengger, lalu dilanjutkan naik angkot ke arah Pari, untuk harga angkutan umum Mbah kurang tau karena Mbah kesini naik motor biar menghemat dikit hehehe,,,,,,
dari jalan menuju Pos pemberangkatan lumayan jauh kalo jalan kaki, sekitar 2 Km lah,,,ya itung - itung pemanasan.

Sebelum memulai pendakian kita bisa istirahat dulu di warung - warung, kemarin sihh Mbah istirahat dulu di warung emak, disini kita bisa cek persiapan pendakian.
untuk masuk gunung ini kita dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 5000

Ok jika persiapan dan isirahat sudah selesai dan tidak ada yang kurang, mari kita langsung memulai pendakian.

Dari warung menuju kawah atau pos 3 kurang lebih sekitar 2 jam sampai 3 jam perjalana, ya itu semua sihh tergantung dari pendaki, kalo yang udah sering bisa 1,5 jam tapi kalo buat pemula sihh bisa 3 jam hehe...
awal perjalanan pun cukup lancar dan jalan masih ditata rapih dengan batu kali, kita akan melewati kebun milik warga. perjalanan ini belum penuh dengan rintangan - rintangan yang berarti.
di tengah perjalanan sekitar 1 jam perjalanan nanti kita akan melewati warung kembali dan disuguhi oleh air terjun putri atau curug putri.
Disini kita dapat mengambil air untuk perbekalan nanti di kawah untuk minum atau pun memasak, sebenernya sihh di kawah ada air namun sudah tercampur sama belerang jadi rasanya agak masam, namun ada juga yang menggunakan air di belerang ini untuk keperluan masak. bagi yang ingin badan tambah seger bisa mandi juga nihh di curug ini tapi saran Mbah sihh mandi nya nanti saja sewaktu turun nya, biar pegel - pegel nya ilang.

Nahhh jika udah selesai ambil air dan istirahat sejenak langsung deh kita melakukan perjalanan yang sesuangguh nya yang penuh dengan rintangan dan kondisi tanah yang menanjak. meurut Mbah tanjakan di gunung ini sama seperti di Cikuray, ibarat kata jidat ketemu lutut yang bikin perjalanan kita semakin menyenangkan dan mendabarkan (lebay mode on :D).

Curug Putri
Curug Putri


Idealnya perjalanan dari Curug Putri ke ke kawah membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan. dengan perjalanan yang susah payah dengan jalan yang menanjak terus, namun jangan khawatir banyak bonus ko tidak kaya di cikuray hehe. . .
setelah sampai di kawah kita bisa langsung buka tenda disini, karena yang cocok untuk buka tenda di kawah ini, kalo udah ke atas lagi sulit menemukan tanah yang datar. jangan khawatir untuk buka tenda disini karena bau belerang nya tidak terlalu berbahaya ko. Namun saran Mbah sebaiknya buka tenda nya rada jauh dari sumber belerang dikarenakan tanah nya kalo malam mendekati pagi sangat panas, sebaiknya buka tenda yang terdapat rumput nya, soalnya Mbah waktu itu buka tenda di deket sumber kawah dikarenakan semua tempat sudah full ditempatin pendaki lain, dan itu dipastikan sangat panas sampai - sampai Mbah buka baju karena kegerahan dan kepanasan, baru kali ini Mbah mendaki gunung tidurnya sampai buka baju karena kegerahan.
perlu diketahui di kawah ini pun terdapat warung sederhana jadi bagi yang kehabisan bekal bisa beli juga di warung ini :D

Kawah

Pos 3 Kawah

Setelah semalaman istirahat, maka pagi - pagi kita harus udah bangun untuk mengejar sunrise atau Summit Attack ke puncak gunung Pulosari tapi kalo ga mau ya bisa rada siang menuju puncaknya. untuk menuju puncak dari kawah sekitar 1 jam - 1,5 jam perjalanan. untuk pemandangan di puncak ini kita bisa melihat laut dan gunung - gunung yang ada di sebelah nya, cukup indah ko pemandangannya. di puncak ini hanya dataran yang tidak cukup luas namun memanjang. puncak disini terdapat sebuah pemancar pemantau gempa.


Pulosari 1346 mdpl


Pemandangan diatas Puncak Gunung Pulosari
Pemandangan diatas Puncak Gunung Pulosari



Pemandangan diatas Puncak Gunung Pulosari
Pemandangan diatas Puncak Gunung Pulosari
Pemandangan diatas Puncak Gunung Pulosari
Pemandangan diatas Puncak Gunung Pulosari






SALAM LESTARI



Senin, 10 Juni 2013

Gunung Papandayan

Gunung Papandayan adalah gunung api yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat tepatnya di Kecamatan Cisurupan. Gunung dengan ketinggian 2665 Mdpl itu terletak sekitar 70 km sebelah tenggara Kota Bandung.
Pada Gunung Papandayan, terdapat beberapa kawah yang terkenal. Di antaranya Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Kawah-kawah tersebut mengeluarkan uap dari sisi dalamnya.

Gunung Papandayan ini merupakan salah satu gunung favorit untuk pendakian di Garut, Pendakian Gunung ini biasa disebut PAGUCI yaitu Papandayan, Guntur, dan Cikuray. 3 gunung yang terkenal di Garut untuk Pendakian.

Untuk mendaki ke gunung ini cukup mudah, bagi pendaki yang sudah profesional pendakian ke gunung Papandayan ini biasa disebut Camping Ceria. dikarenakan jalur yang tidak begitu menanjak dan mudah bagi yang baru pertamakali sekalipun.

Di Papandayan sendiri banyak sekali di tumbuhi pohon Edelweis

Untuk menuju Gunung Papandayan sendiri sangat lah mudah, bagi yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya cukup naik bis jurusan Jakarta - Garut. dan turun di terminal Guntur dengan estimasi waktu antara 4 - 5 jam perjalanan dan biaya nya sekitar Rp 35.000. (bis AC)

Setelah turun di terminal guntur kita bisa naik angkot atau elf dengan jurusan Terminal - Cisurupan dengan estimasi lama perjalanan sekitar 1 jam dan biaya nya antara Rp 5000 - Rp 7000 (tergantung nego ya, biasanya sih Rp 5000), anggkot putih biru atau elf
(angkutan putih biru sebelum sore hari).

Sumber: http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html
Muhammad Chamdun
(angkutan putih biru sebelum sore hari).

Sumber: http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html
Muhammad Chamdunang

Dari gerbang Cisurupan menuju Camp Davis (pos pertama) kita sebenarnya masih harus berjalan menuju kaki gunung Papandayan sekaligus menuju pos pendaftaran (Camp Davis) yang jaraknya lumayan jauh, yaitu sekira 8 - 10 km dengan kondisi jalan menanjak tetapi sudah beraspal dengan waktu tempuh sekitar 3 - 4 jam perjalanan.

Tetapi jika tak ingin lelah dan membawa perbekalan cukup banyak, kita dapat menyewa mobil angkutan terbuka untuk mencapai kaki gunung, dengan biaya Rp 10.000 - Rp 15.000. dengan  estimasi waktumya sekitar setngah jam saja..

Setelah di Camp Davis ini kita diharuskan untuk mengisi pendaftaran untuk mendaki dan membayar administrasi Rp 1500/orang dan biaya sukarela.
di Pos ini terdapat banyak warung - warung dan parkirannya pun luas bagi yang membawa kendaraan pribadi. dan bagi yang sampai malam hari bisa juga buka tenda disini.

Jalur Tracking ke Puncak

Parkiran (camp davis) - Alun - Alun Pondok Salada
Dari parkiran ini jalur setapak dimulai, dan setelah 5 menit berjalan kita akan melihat kawah Mas. Disini kita harus berhati - hati, dikarenakan jalan yang sudah rusak dan gempur karena bekas ledakan gunung Papandayan beberapa waktu lalu, dan disarankan untuk membawa masker karena bau belerangnya sangat menyengat. dari komplek kawah ini kita belok kanan sampai menemukan sungai kecil. setelah melewati sungai kecil ini kita akan berjalan menanjak. lalu kita akan menemukan pertigaan yang menuju perkemahan Pondok Salada dan Pangalengan. disini kita ambil jalur kiri. estimasi perjalanan dari parkiran menuju Pondok Salada sekitar 2 jam.
Di pondok Salada ini terdapat sungai kecil juga bisa untuk mandi atau pun untuk minum.
namun ada pipa juga yang menjulur kita bisa memanfaatkan airnya dari pipa yang bocor.
di alun - alun pondok salada sendiri tidak banyak yang bisa dinikmati selain hamparan pohon adelweis dan gunung cikurai dari kejauhan. untuk menikmati sunset atau pun sunrise pun kita tidak bisa melihat dri gunung ini.

Pondok Salada

pemandangan menuju pondok salada di pagi hari

Alun - alun Pondok Salada - Tegal Alur
Dari alun - alun pondok salada ke  Tegal Alur terdapat 2 jalur untuk melewatinya.
dari Hutan Mati dahulu lalu menuju Tegal alur dan pulangnya bisa melewati puncak
atau kita lewat puncak melewati danau dan sampai di Tegal Alur dan pulanya melewati Hutan Mati.
semuanya sesuai selera para pendaki.
jika melewati puncak hati2 jalannya cukup licin dan sangat curam.
di puncak ini kita bisa melihat Pondok Salada dari atas dan pemadangan dari sini terlihat menakjubkan.
jika kita sampai di Puncak hamparan pohon edelweis menyapa kita seolah - olah seperti pintu gerbang yang menyambut.
di Tegal Alur sendiri banyak terdapat pohon edelweis seperti permadani edelweis saking bnyaknya ini pohon.

Di Hutan Mati kita bisa menikmati pohon - pohon yang abis kena letusan gunung, dan disini kita bisa melihat kawah Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk.

Pemandangan dari Puncak
Danau Mati
Kawah

Hutan Mati


 Pesan Mbah
  1. Jangan memulai pendakian pada sore hari, selain berkabut, asap dari kawah volumenya banyak, dan sangat membahayakan pernapasan
  2. Kalau pendakian dilakukan tanpa membangun tenda, bawa saja minuman dan makanan secukupnya, selebihnya tinggalkan di Pos Informasi, sampai puncak langsung turun atau biasa disebut Tektok.
  3. Kalau mau bermalam, ada baiknya di Pondok Salada, jadi menuju puncak tidak perlu membawa banyak barang. Barang ditinggal aja di tenda.
  4. Kendaraan dari Terminal Guntur menuju Desa Cisurupan ada setiap waktu, namun sangat direkomendasikan sampai Garut sebelum sore hari, kendaraan mudah harga murah.
Dari parkiran jalur setapak dimulai mendekati kawah dan kemudian membelah kawah

Sumber: http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html
Muhammad Chamdun
Parkiran – Alun-alun Pondok Salada

Sumber: http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html
Muhammad Chamdun

Selasa, 20 November 2012

Pendakian Gunung Gede - Pangrango

Kali ini Mbah mau menceritakan sebuah pendakian di salah satu gunung di Jawa Barat
yaitu Gunung Gede - Pangrango (2958 Mdpl)
pendakian ke Gunung Gede memang sedikit ribet dalam memperoleh izin mendaki (SIMAKSI), tapi menurut catatan pendakian kesini bisa 50.000 orang pertahun lho, ya mungkin bisa di maklumkan karena dekat dengan Jakarta dan Bandung 2 kota besar di Indonesia.

Untuk menjaga rehabilitasi dan recovery ekosistem alami hutan hujan Gunung Gede Pangrango, kegiatan pendakian ditutup antara 1 Januari s.d 31 Maret dan Bulan Agustus.
Kawasan ini memiliki dua puncak yakni Gunung Gede 2.958 mdpl dan Gunung Pangrango 3.019 mdpl. Kedua puncak ini dihubungkan sebuah pelana lembah dinamai Kandang Badak 2.393 mdpl.
Sementara untuk kegiatan rekreasi lainnya seperti rekreasi ke Air Terjun Cibeureum, dan rekreasi lain dibuka sepanjang tahun.  

terdapat 3 jalur utama untuk pendakian :
1. Jalur Cibodas
2. Jalur Gunung Putri
3. Jalur Salbintana

sebenarnya kebanyakan orang untuk awal pendakian lebih memilih di jalur Cibodas karena aksesnya yang mudah, jalan menuju gerbang wisata mudah dan mulus, pendakiannya tidak securam lewat gunung putri. Namun untuk pendakiannya sendiri lebih jauh dan lebih lama jika kita memilih Jalur Gunung Putri. Jika kita memilih lewat jalur Gunung Putri akses memang lebih singkat dari jalur Cibodas namun pendakiannya curam, jalan menuju awal pendakian aspalnya sudah parah rusaknya jika kita tidak hati - hati bisa celaka.
untuk jalur salabintana kita bisa lewat sukabumi namun jalur ini katanya sihh ga resmi,,

Awalnya sihh Mbah pengen mendaki lewat jalur Cibodas, dikarenakan lebih interaktif dengan alam, jika lewat jalur Cibodas kita akan melewati jembatan kayu yang panjangnya berkilo - kilo, kita lewat Curug Cibeureum (biar bisa mandi juga :D), lalu melewatu kandang Badak.
namun saat mendaftar ternyata jalur Cibodas masih dalam perbaikan jadi yang ingin mendaki harus lewat Gunung Putri.
walau mendakinya lewat Gunung Putri namun dalam mengurusi berbagai administrasinya / izin mendaki (SIMAKSI) tetap di kantor yang ada di Cibodas kalo di gunung putri hanya lapor saja.
menurut gw untuk pendakian ke Gunung Gede - pangrango ini sedikit ribet dikarenakan izin mendakinya harus 3-30 hari sebelum pendakian harus booking dahulu. Jumlah pendaki dibatasi hanya 600 orang per malam.
Jika ingin mengurusi izin mendaki saat tiba di lokasi kantor sudah tutup atau tidak dalam masa kerja kita bisa minta tolong ke orang disana (sebut aja Calo) untuk di dibuatkan izin mendaki, nanti biar calo tersebut yang melakukan perizinannya, jadi kita tinggal komunikasi dia aja lewat telpon atau email. yang paling ada biaya tambahan.
dia sihh nawarin untuk 1 tiket Rp 15.000/orang yang seharusnya hanya Rp 7000/orang (2 hari 1 malam) 
dan jangan lupa siapkan fotokopi KTP nya karena ini wajib hukumnya hehe....

Jam buka kantor pengurusan ijin:
Senin - Kamis jam 07.30 - 14.30
Jumat jam 07.30 - 11.00

Oke sebelum Mbah mulai cerita selanjutnya ada baiknya kita baca dahulu Syarat Pendakian dan Peraturan yang mesti di taati dalam mendaki, :

Syarat Pendakian


1. Setiap pendaki harus menunjukkan ijin, dan ijin dapat diperoleh di Kantor Balai Besar TNGGP di Cibodas. Pengajuan ijin pendakian menggunakan sistem booking dengan batas waktu minimum pengajuan adalah 3 (tiga) hari dan maksimum 1 (satu) bulan sebelum tanggal pendakian.
Catatan: Turis Mancanegara disarankan untuk melakukan booking sebelumnya, namun dalam rangka meningkatkan kunjungan turis mancanegara dan menimbang waktu kunjungan wisman yang terbatas, maka wisman dapat memperoleh ijin di Kantor Balai Besar TNGGP pada hari saat ingin mendaki.
2.  Tiket dan Asuransi
  • Wisatawan Domestik  >>Tiket masuk: Rp. 2.500/hari/orang >>Asuransi : Rp. 2.000/orang
  • Wisatawan Asing >>Tiket masuk: Rp. 20.000/hari/orang.>>Asuransi : Rp. 2.000/orang
 Orang asing yang menunjukkan KTP atau KITAS dapat memperoleh harga tiket yang sama dengan wisatawan lokal.
3. Menyerahkan fotocopy Identitas resmi (Passport/KTP/KITAS/SIM/Kartu Mahasiswa/Pelajar). Fotocopy tidak akan dikembalikan.
4. Jika anda berumur < 17 tahun, diwajibkan menyerahkan surat ijin dari orang tua yang ditanda tangani diatas materai Rp. 6.000,- dan melampirkan fotocopy Identitas resmi orang tua yang masih berlaku.
bila ingin menyewa porter dan pemandu. Tarif 1 (satu) orang pemandu untuk pendakian 2 hari 1 malam adalah Rp. 300.000,-, sedangkan untuk porter Rp. 250.000,-. 
 
 

PERATURAN PENDAKIAN

1. Semua pengunjung wajib membayar tiket masuk taman dan asuransi.
2. Bagi para pendaki gunung harus minta ijin ke kantor pusat taman di Cibodas, 3-30 hari sebelum pendakian harus booking dahulu. Jumlah pendaki dibatasi hanya 600 orang per malam.
3. Penjaga akan memeriksa barang-barang bawaan dan perijinan sebelum memasuki taman.
4. Dilarang membawa binatang ke dalam taman.
5. Dilarang membawa senjata tajam termasuk pisau dan peralatan berburu.
6. Dilarang membawa perlengkapan radio dan bunyi-bunyian ke dalam taman, ijin khusus diperlukan bagi pengguna "walkie-talkie".
7. Dilarang membuat api unggun yang beresiko tinggi penyebab kebakaran hutan.
8. Dilarang mengganggu, memindahkan, atau merusak barang-barang milik taman. Termasuk mencorat-coret batu atau pohon.
9. Dilarang memetik bunga atau mencabut tanaman.
10. Mendakilah mengikuti jalur utama. Memotong jalur dapat merusak taman dan juga sangat berbahaya.
11. Jangan tinggalkan sampah, sangat sulit dan lama untuk membersihkan sampah dan botol-botol di gunung. Bawa kembali semua sampah ke luar taman.
12. Jangan mecemari atau mengotori sungai, pada saat mandi jangan gunakan sabun atau bahan pencemar lainnya.
13. Melapor kembali ke penjaga taman ketika meninggalkan taman dan menyerahkan surat ijin masuk.
14. Dilarang membawa minumam beralkohol ke dalam taman.
 
Oke setelah kita penuhi semua syarat dan peraturannya maka kita siap untuk berangkat
karena Mbah melwati jalur Gunung Putri maka bisa memakan waktu sekitar 5 - 8 jam tergantung dari langkah kaki kita, semakin kita cepet dan jarang istirahat maka bisa 4 jam perjalanan, namun jika sedikit santai dan banyak istirahat maka perjalanan bisa sampai 8 jam perjalanan. kalo turunnya sih lebih singkat bisa 3 - 4 jam.
Sebelum mendaki, pendaki diwajibkan untuk melapor di Pos Penjagaan Gunung Putri (1.450 mdpl) untuk menunjukkan surat - surat perijinan dan akan dilakukan pemeriksaan terhadap barang-barang bawaan. Untuk barang yg dilarang seperti Golok, sabun, odol, dll. akan diminta oleh petugas. Pada saat keluar Taman Nasional juga akan dilakukan pemeriksaan kembali serta wajib memperlihatkan sampah yang dibawa turun sisa-sisa pemakaian kita sendiri. Di setiap pintu taman ada tempat untuk membuang sampah. Namun saat Mbah turun tidak sampai di lakukan pemeriksaan hanya lapor aja jika semua anggota sudah sampai dengan selamat :D.



Mbah sendiri memulai pendakian pukul 15.00 dan sampai di Alun - Alun surya kencana pukul 23.00 jadi sekitar 8 jam perjalanan, karena medan yang sangat berat dan jalan yang sedikit santai makanya perjalanan memang aga lama dan lagi perjalanan malam yang dinginnya bisa menusuk tulang.
untuk pendakian malam jangan lupa untuk membawa senter dan Jas Hujan karena saat ini sedang musim hujan.
untuk perbekalan sendiri Mbah hanya membawa Mie Instan biar praktis masaknya dan Kopi.
untuk memasak cara praktis ala Mbah bisa menggunakan Spirtus dan kaleng kecil, kaya gambar di bawah.

Kompor sederhana

Jalan Curam dan Terjal
Setelah izin dan lapor mendaki di pos Gunung Putri, di awal pendakian kita akan melewati jalan setapak di kebun warga. dan nanti kita akan menemukan sebuah sungai kecil, disini biasanya para pendaki mengambil air untuk perbekalan mendaki karena dari sini sampai alun - alun surya kencana tidak ada mata air yang mengalir jadi kita harus bawa air secukupnya dan menghemat air saat di perjalanan.

 Untuk Jalur via Gunung Putri sendiri terdapat 6 Pos atau shelter :
1. Pos Tanah Merah yang berupa bangunan bekas kantor Taman Nasional (1.850 mdpl)
2. Pos Legok Lenca (2.150 mdpl)
3. PosBuntut Lutung  (2.300 mdpl)
4.Pos Lawang Seketeng (2.500 mdpl)
5. Pos nya tidak diketahui karena tertutupi semak semak
6. Pos Simpang Maleber (2.625 mdpl).

Dari sungai kecil tadi untuk mencapai pos 1 yang bekas kantor taman nasional sekitar 1 jam, disini jalannya belum terlalu curam, hanya berupa tingkat tingkat yang terbuat dari batu kali.
dari Pos 1 ini jalan akan semakin curam dan menanjak pohon - pohon pun semakin lebat, sekitar 1,5 jam akan sampai di pos 2.
dari pos 2 ini jalan akan semakin curam dan licin jika sedang musim hujan.
apa lagi jika mendakinya pada malam hari, hawa dingin dan udara yang tipis bisa membuat langkah kaki semakin kecil.
dari pos 6 simpang maleber itu artinya sudah tidak lama lagi akan sampai ke alun - alun Surya Kencana sekitar 15 menit lah, jalannya pun sudah landai tidak menanjak lagi, jadi mendingan  kita berjuang sedikit lagi menuju alun -alun dari pada buka tenda disini.

karena Mbah sampai Alun - Alun Surya Kencana jam 23.00 maka Mbah pun langsung buka tenda karena hawa sudah semakin dingin dan ngantuk sudah tidak terelakan lagi.

Biasanya sebelum  matahari terbit atau sekitar jam 04.00 para pendaki bersiap untuk mendaki ke Puncak Gunung Gede untuk melihat Matahari terbit atau Sunrise.
dari Alun - alun surya kencana menuju puncak Gunung Gede sekitar 1 jam perjalanan tanpa istirhat.
untuk menanjak ke puncak jalannya itu sempit hanya muat 1 orang dan banyak pohon - pohon untuk kita berpegangan.

setelah sampai di puncak Gunung Gede kita akan menikmati matahari terbit yang indah, dan bisa melihat alun - alun dari kejauhan. hilang sudah rasa lelah, letih dan perjungan menanjak terbayar dengan keindahan alam yang mempesona.
dari puncak juga kita bisa melihat kawah gunung gede yang masih aktif, terkadang mengeluarkan belerang yang cukup banyak hingga menutupi jarak pandang.

jika kita kemah di Alun - alun maka setiap pagi pasti ada yang bangunin
biasanya tukang Nasi Uduk yang menjajakan dagangannya, atau tukang Kopi
untuk harga Nasi uduk sendiri sekitar Rp 5000/bungkus harga ini sama dengan segelas Kopi atau Bandrek yang harganya pun di patok Rp 5000/gelas.
sekedar informasi tukang nasi uduk untuk mendaki hanya butuh waktu 3 jam, dan turunnya cuma 1,5 jam ckckcck,,,,,

Penjual Kopi & Nasi Uduk

di alun - alun kita bisa menikmati hamparan padang edelweis yang merupakan bunga khas dari dataran tinggi, sayang sewaktu Mbah kesana bunganya belum mekar, katanya sihh paling bagus mekarnya pada musim kemarau.

Alun - alun Surya Kencana

Pemandangan Alam


Bunga Adelweis

Dilarang Mengambil Bunga Edelweis

Kawah gunung Gede
Menuju Puncak

2958 Mdpl



saat dipuncak kita akan menikmati pemadangan yang luar biasa
dari sisni kita bisa melihat luasnya alun alun surya kencana dan gunung
kita pun dapat melihat kawah gunung gede yang dikategorikan masih aktif dan melihat di seberang sana gunung Pangrango.
ya sepertinya terbayar sudah 8 jam perjalanan untuk dapat menikmati pemadangan indah ini sehingga kita dapat bersyukur akan kekuasaan sang Ilahi hehehe, , ,
setelah puas menikmati indah nya pemandangan di puncak Gede, puas berphoto photo, puas berteriak karena puas bisa sampai juga ke puncak gunung gede
akhirnya Mbah kembali ke Surya Kencana
dan turun gunung jam 12.00 sampai di pos gunung putri jam 16.00, jadi ya sekitar 4 jam perjalanan lah
untuk turun tidak begitu berat seperti menanjak pada sebelumnya
namun saat turun hujan pun datang dengan sangat deras, ya tapi untungnya udah tinggal sedikit lagi sampai
ada yang membuat kita berdetak kagum
Mbah melihat ada beberapa keluarga yang mendaki Gunung Gede, dari Ayah, ibu dan kedua anaknya yang masih pada kecil, Bahkan ada ibu yang menggendong anaknya kira - kira umur 3 tahun. sang ibu mengendong anaknya dari atas sampai bawah.
rasanya sedikit malu sama sang ibu jika kita mengeluh cape,
ni Mbah kasih fotonya :
 
 
Sang Ibu



TRANSPORTASI:

JALUR CIBODAS
Naik bus jur Jakarta-Bandung lewat puncak, turun di pertigaan Cibodas. Mobil angkot ke Kebun Raya Cibodas.
JALUR GUNUNG PUTRI
Naik bus jur Jakarta-Bandung lewat puncak, turun di pasar Cipanas. Mobil Angkot ke gunung Putri. jurusan cipanas - pasirkampung (angkot kuning hijau)
JALUR SELABINTANA
Dari Sukabumi naik mobil angkot ke Selabintana. Jalan kaki/carter angkot ke Pondok Halimun.


 Peta
Peta dan Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango

Pesan Mbah
  • Jangan buang sampah sembarngan, sebaiknya disimpan dalam plastik
  • Jika musim hujan bawa Jas Hujan (jangan bawa jas kantor)
  • Bawa Senter jika mendaki malam
  • Menjaga prilaku saat di gunung (takutnya di ganggu makhlus halus :D)
  • Mentaati semua peraturan yang ada
  • Jangan banyak begada saat mau mendaki
  • Saling menjaga dan tolong menolong sesama anggota


Mandalawangi Pangrango

Senja ini, ketika matahari turun ke dalam jurang-jurangmu.
Aku datang kembali ke ribaanmu, dalam sepimu, dan dalam dinginmu.

Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna.
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan.
Dan aku terima kau dalam keberadaanmu, seperti kau terima daku.

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi.
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada.
Hutanmu adalah misteri segala cintamu.
Dan cintaku adalah kebisuan semesta.

Malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi.
Kau datang kembali dan bicara padaku tentang kehampaan semua.

“Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya, tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar.
Terimalah dan hadapilah.”

Dan antara ransel-ransel yang kosong dan api unggun yang membara, aku terima semua itu.
Melampaui batas-batas hutanmu.
Melampaui batas-batas jurangmu.
Aku cinta padamu Pangrango.
Karena aku cinta pada keberanian hidup.

Soe Hok Gie
Jakarta, 19 Juli 1966

Label